Sebenarnya gampang untuk kita bisa menilai bagaimana nasib negeri ini, bangsa berbudaya yang sangat kita banggakan. Cukup dengan melihat sepak bola. Ya, sepak bola yang ada di Indonesia. Bukan maksud, kita pengen memikirkan nasib negara hanya dengan bersorak-sorak di pinggir lapangan. Tetapi tepat untuk dimengerti kondisi persepakbolaan nasional. Banyak aspek yang bisa kita samakan atau kategorikan dalam menilai kondisi bangsa ini di dalam apa yang terjadi di sepak bola nasional.
Sunday, September 19, 2010
Sepakbola Indonesia Cerminan Carut Marutnya Bangsa
Sebenarnya gampang untuk kita bisa menilai bagaimana nasib negeri ini, bangsa berbudaya yang sangat kita banggakan. Cukup dengan melihat sepak bola. Ya, sepak bola yang ada di Indonesia. Bukan maksud, kita pengen memikirkan nasib negara hanya dengan bersorak-sorak di pinggir lapangan. Tetapi tepat untuk dimengerti kondisi persepakbolaan nasional. Banyak aspek yang bisa kita samakan atau kategorikan dalam menilai kondisi bangsa ini di dalam apa yang terjadi di sepak bola nasional.
Labels:
TULISAN
Saturday, September 18, 2010
Angklung itu Kesenian Pertama yang Aku Tahu
Gw dilahirkan di Jawa Timur, dan adat jawa termasuk adat daerah yang masih punya banyak ciri budaya. Seperti yang sudah kalian tau, gw sekolah TK di TK PG Pagotan (sekalian promosi, hehe). TK ini gw udah dikenalkan dengan salah satu kesenian daerah pulau jawa. Kesenian itu cukup unik karena berbentuk suatu alat musik dari bambu. Lucu juga kalo gw bilang, karena dibikin serangkaian kecil-kecil yang tersusun rapi jadi satu. Dari bentuk yang terlihat sama, ternyata rangkaian bambu yang satu dengan bambu yang laen itu dapat menghasilkan suara yang berbeda. Alat ini angklung namanya. Alat ini dimainkan tak hanya seorang diri. Karena merupakan perpaduan berbagai tipe suara, yang menghasilkan sebuah karya musik.
Labels:
GAK NEKO-NEKO INSIDE
Wednesday, September 15, 2010
Titik, Bukan Awal dan Bukan Akhir
Berbicara mengenai sebuah titik, tentu kita terbiasa dengan apa yang kita sering tuliskan di akhir kalimat. Dari pelajaran bahasa Indonesia yang kita dapet sejak SD, melekat kuat bahwa sebuah titik adalah penanda suatu ceritera atau pernyataan diakhiri. Ya, menurut EYD (Emang Yuan Dapet, hehe.. nggak dink, yang bener Ejaan Yang Disempurnakan) memang demikian. Nah, sampai disini dalam tulisan ini aja udah banyak tanda “titik” bukan?? Hehe iya bukan, eh iya maksudnya…
Labels:
TULISAN
Tuesday, September 14, 2010
TK Berprestasi Melalui Lomba Lukis
Catatan ini merupakan ironi juga bagi gw, antara inikah bakat ataukah hanya prestasi sesaat. Yah, minimal bukan bakat sesat. Hehe… Gw ceritain, inilah pertama kalinya gw mengenal yang namanya sekolah. Sempet terjadi ketegangan sengit antara gw dan emes gw (emes tu bahasa gaulnya ibu, hoho…).
Labels:
GAK NEKO-NEKO INSIDE
Thursday, September 9, 2010
Mudik Lebaran, Hanya Ada di Indonesia
Mungkin bener apa yang terjadi di Indonesia ini. Yakni budaya aseli Indonesia, yang hanya terjadi disini, dan menebarkan pesona tahunan nasional. Budaya ini bernama Mudik Lebaran. Indonesia ini penuh dengan orang perantauan, terutama Jakarta. Semua etnis dan suku bangsa tumplek blek di Jakarta. Kemudian di kota-kota lain misalnya yang juga tergolong kota besar. Banyak orang rantau yang sengaja menetap karena bekerja disana, kuliah di tempat singgah, maupun memang hanya ingin merasakan suasana kota besar. Banyak alasan, namun yang jelas mereka berani mengambil risiko. Jauh dari keluarga. Meninggalkan kampung halaman, dan berpisah dengan orang tua, sanak saudara, serta tetangga.
Labels:
TULISAN
Wednesday, September 8, 2010
Alun-Alun Kota Madiun Berbenah...
Alun-Alun Kota Madiun bakal bermandikan cahaya. Pemerintah Kota Madiun berencana memasang sedikitnya 40 lampu dengan kekuatan maisng-masing 1.000 watt. Konsep itu akan direalisasikan tahun ini. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) yang membuat konsep itu, mengadopsi dari salah satu taman di Guangzhou. Soekarman selaku Kepala DKP menyebutkan, anggaran yang dibutuhkan untuk pembenahan fisik Alun-Alun sekitar Rp 2 miliar. Saat ini, katanya, pembenahan fisik sudah mulai berjalan yakni menanami pohon. Sesuai arahan dari Wlalikota Bambang Irianto, tahun ini pembenahan fisik harus tuntas. Kebutuhan anggaran nanti dicukupi saat Perubahan APBD.
Labels:
JELAJAH MADIUN
Tuesday, September 7, 2010
Taman Balekambang
Taman yang terletak di Jl. Ahmad Yani ini dulu bernama Partinah Bosch, dibangun oleh kerabat Mangkunegara. Kemudian dinamakan Balekambang karena di taman tersebut terdapat sebuah kolam ikan dan kotam renang yang di tengahnya terdapat rumah istirahat yang nyaman, dikelilingi kebun bunga yang sangat indah. Di samping tempat ini juga terdapat Gedung Kesenian Ketoprak Tradisional Balekambang dan kafe yang dikelola oleh seniman muda Solo. Perpaduan kesenian tradisional dan modern dalam suatu tempat, sebuah keunikan tersendiri.
Labels:
JELAJAH SOLO RAYA
Monumen Pers Nasional
Monumen Pers Nasional terletak di Jl. Gajahmada Solo. Bangunan ini didirikan untuk memperingati Hari Jadi Pers, yaitu hari pertemuan para wartawan seluruh Indonesia (PWI) pada tanggal 9 Februari 1946. Di dalam Monumen Pers tersimpan naskah dan dokumen kuno yang merupakan bukti-bukti sejarah perjalanan pers nasional dan perjuangan bangsa Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, kemerdekaan, hingga zaman pemerintahan saat ini. Oleh karena itu Monumen Pers Nasional tepat menjadi objek wisata pendidikan.
Labels:
JELAJAH SOLO RAYA
Air Terjun Jumog
Air Terjun Jumog terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Berbeda dengan Air Terjun Grojogan Sewu di daerah Tawangmangu yang telah lebih dulu diikembangkan, air terjun Jumog tampak lebih sederhana. Air terjunnya pun tidak terlalu tinggi, namun tetap memancarkan keindahan khas wisata alam. Konon, setiap pukul sepuluh pagi, muncul pelangi di air terjun ini.
Labels:
JELAJAH SOLO RAYA
Subscribe to:
Posts (Atom)





